MilodikFX: Bikin Multi-Efek Gitar-Bass di Windows

Jadi ceritanya, saya cuma butuh rig gitar yang simpel. Colok gitar, dapat suara enak, latensi rendah — tanpa harus buka DAW dulu, tanpa numpuk banyak plugin. Nggak ketemu yang benar-benar pas, ya sudah, saya bikin sendiri.

Namanya MilodikFX. Awalnya kecil, cuma buat dipakai sendiri. Tapi lama-lama jadi lumayan besar, dan sekarang rasanya sudah pantas diceritakan. Nah, di post ini saya mau cerita apa itu, dan apa aja yang bisa dia lakuin.

Apa sih MilodikFX itu?

Intinya: satu file .exe C++/JUCE yang berdiri sendiri. Bukan plugin yang butuh host, bukan aplikasi yang butuh dipasang macam-macam di sebelahnya. Kamu unduh satu file, taruh di folder mana saja, klik — jendelanya langsung terbuka.

Yang agak seru secara teknis: antarmukanya React, tapi nggak jalan di tab browser. Ia dirender di dalam jendela aplikasinya sendiri lewat Edge WebView2, dan seluruh UI-nya tertanam di dalam exe. Jadi dari luar terlihat seperti aplikasi desktop biasa; di dalamnya, audio engine C++ dan UI web-nya ngobrol lewat HTTP loopback. Satu proses, satu file, nggak ada embel-embel.

Tapi yang paling penting buat sebuah instrumen ya latensi. Dengan ASIO (di interface saya, Focusrite Scarlett), MilodikFX turun sampai 32 sampel — sekitar 4–5 milidetik round-trip, di beban CPU cuma ~7% padahal semua efek nyala. Cukup rendah supaya kerasa kayak pedal beneran di bawah jari, bukan kayak main lewat software.

Isinya apa aja?

Rantai sinyalnya kira-kira begini:

Input → Noise Gate → Clean Boost → Compressor → Overdrive → EQ → Contour → NAM → Cabinet → Delay → Reverb → Master

Semuanya jalan buat gitar maupun bass. Beberapa yang lumayan saya banggain:

  • 11 voicing overdrive — dari overdrive transparan sampai distorsi dan fuzz. Ada Tube Screamer, Bluesbreaker, Blues Driver, Klon, OCD, Dumble, Marshall-in-a-Box, Clean Boost, plus tiga tambahan terakhir: Centaur, RAT, dan Big Muff. Knob-nya nyesuain tipe, pakai nama seperti pedal aslinya.
  • Amp head NAM — menjalankan capture Neural Amp Modeler (.nam). Ini yang memodelkan gimana distorsi amp berubah ngikutin seberapa keras kamu metik — hal yang IR speaker biasa nggak bisa tiru.
  • Cabinet dua IR yang bisa di-blend.
  • Tuner buat gitar dan bass 5-senar, sampai low B (≈ 31 Hz).
  • Delay & reverb dengan spillover — ekornya tetap meluruh waktu efeknya dimatiin, jadi ganti suara di tengah lagu nggak motong repeat mendadak.

Nah, ini bagian yang bikin saya paling semangat: belajar dari Fractal FM9

Soal suara sebenarnya sudah beres — NAM plus IR nutup wilayah itu. Jadi buat MilodikFX, yang bikin unit kayak Fractal FM9 jadi patokan itu bukan suaranya, tapi cara ngendaliinnya: gimana satu unit ngurus banyak suara dalam satu lagu, pindah tanpa jeda, dan tetap bisa dimainin dari kaki di panggung.

Itu wilayah yang MilodikFX baru setengah jalan. Belakangan, saya habiskan waktu buat nutup itu.

Biar jelas dulu, ya: MilodikFX ini bukan tiruan Fractal FM9. Cuma terinspirasi — khususnya soal cara ngatur banyak suara dalam satu lagu. Arsitektur, kode, DSP, semuanya beda dan dibikin dari nol dengan cara sendiri. Jadi jangan bayangin ini “FM9 gratisan”, bukan gitu. Anggap aja ini ambil satu-dua ide bagus, terus diterjemahin ulang buat kebutuhan sendiri.

Channel A/B/C/D per efek

Tiap blok efek sekarang bisa nyimpen sampai empat sound bernama — channel A, B, C, D — persis kayak blok di FM9. Jadi satu blok overdrive bisa nyimpen Tube Screamer gain rendah di A dan gain penuh di B; tinggal klik tab buat lompat, nggak perlu dua blok. Dan pas pindah channel, sound yang lagi aktif disimpan dulu, jadi editanmu nggak ilang. Kerasanya live, kayak hardware.

Scene yang bawa channel

Scene (empat slot on/off instan) sekarang nggak cuma ngingat efek mana yang nyala, tapi juga channel mana yang aktif di tiap blok. Jadi satu scene bawa balik seluruh sound-nya: intro bersih, verse crunch, chorus high-gain, solo delay panjang — masing-masing satu tombol.

Yang saya suka, ini tetap ngikutin prinsip lama saya: scene nggak pernah lompat ke nilai yang nggak kelihatan. Channel itu keadaan bernama yang kamu bikin sendiri, kelihatan jelas sebagai tab. Jadi manggil channel dari scene bukan lompatan ke sesuatu yang misterius.

MIDI ke scene dan channel

Footswitch sekarang bisa manggil scene atau milih channel, nggak cuma nggerakin parameter doang. Colok controller murah, MIDI Learn, injak — jadi deh rig panggung.

Perform view

Ada saklar Perform | Edit di bar atas. Edit itu rack padat buat nyetel. Perform itu satu layar tanpa scroll, disusun biar kebaca dari jauh sambil megang gitar: nama preset gede, BPM gede plus tap tempo, empat tombol scene raksasa, meter LED lebar, dan tuner gede. Ada pintasan keyboard juga: angka 1–4 buat pindah scene, panah buat ganti preset, T buat tap tempo.

Modifier (LFO & envelope)

Yang terakhir, dan yang paling bikin pusing secara teknis: modifier. Sebuah sumber — LFO atau envelope follower — nyapu satu parameter antara dua nilai. Sapuin LFO ke Master Volume, jadi tremolo. Sapuin envelope petikanmu ke frekuensi Contour, jadi auto-wah yang kebuka pas dipetik keras.

Ini jalan di audio thread, per blok, tepat sebelum chain — tanpa alokasi memori, tanpa lock. Bagian ini yang saya tulis paling hati-hati, soalnya satu kesalahan kecil di audio thread langsung kedengeran jadi glitch.

Sedikit soal kenapa dibikin begini

MilodikFX dibikin buat satu orang — saya. Dan itu justru bikin bebas. Nggak ada menu setting segede gaban “biar cocok buat semua orang”, nggak ada fitur yang ada cuma gara-gara kompetitor punya. Tiap keputusan bisa spesifik: input gain ditaruh di depan noise gate biar ganti gitar cukup puter satu knob; voicing overdrive disimpan sebagai data table, bukan branch per pedal, jadi nambah pedal = nambah satu baris doang.

Dan semuanya open source (AGPLv3). Kalau kamu penasaran gimana rasanya bangun prosesor audio realtime dari nol, kodenya kebuka kok.

Mau coba?

Ada tiga varian di halaman rilis:

  • Installer — paling gampang, udah sama ASIO.
  • ASIO — exe tunggal, latensi paling rendah.
  • Portable — exe tunggal, WASAPI/DirectSound, jalan di Windows mana pun.

Butuh Windows 10/11 64-bit. Amp NAM butuh CPU yang punya AVX2 (kira-kira 2013 ke atas); tanpa itu pun, semua efek lain tetap jalan penuh.

  • 🌐 Situs: https://banumelody.github.io/MilodikFX/
  • 💻 Kode sumber: https://github.com/banumelody/MilodikFX
  • ☕ Kalau ini kepake buat kamu, boleh banget traktir kopi — tiap dukungan kecil bikin fitur berikutnya lebih cepat kelar.

Oh iya, saya butuh temen kolaborasi

Satu hal lagi, dan ini yang paling pengen saya omongin. Sampai sekarang, yang ngembangin MilodikFX baru saya sendirian. Itu pun — biar jujur, nggak mau over-claim — banyak dibantu tool AI kayak Claude Code dan GitHub Copilot buat urusan ngoding. Jadi bukan berarti semua murni jago sendiri, ya. Tapi buat urusan suara, telinga satu orang tetap ada batasnya.

Nah, di sinilah saya butuh bantuan yang beda: temen-temen musisi — gitaris, bassist — buat kolaborasi. Nggak harus bisa ngoding kok, tenang. Justru telinga dan tangan kalian yang saya butuhin: nyobain langsung, ngasih masukan soal suara, ngetes voicing mana yang masih kurang pas, atau ngobrolin fitur apa yang beneran kepake pas manggung.

Bayangan saya sih simpel: kalian main, saya dengerin, terus kita bareng-bareng bikin ini makin enak dipakai. Buat kamu yang suka ngulik tone, ini mainan yang seru — dan masukanmu langsung kelihatan hasilnya di rilis berikutnya.

Jadi, kalau ada yang tertarik… ayo! Colek saya di kolom komentar, atau langsung mampir ke GitHub-nya. Pintu terbuka lebar.

Ya sudah, segitu dulu

Kalau kamu nyoba dan punya masukan, cerita di kolom komentar dong… kita sharing. Dan buat yang mau kolaborasi tadi, saya tunggu ya. Semoga bermanfaat…

Leave a Reply