Gara-gara Kahitna

Awalnya, masuk sebuah pesan dari kawan di grup WA pertemanan kami. Dalam pesan itu berisi informasi tentang tiket kelas festival gratis nonton Indihome Prambanan Jazz 2016 dari fiesta poin bank Mandiri. Wuaa… ha ini.. menarik sekali bagi saya. Akkk….. buru-buru saya cek.

Haish! Lupa, ternyata saya tidak tahu cara mengecek poinnya. Huwadu.. Ya sudah deh ya, minta ke temen sekalian buat beliin pake akunnya dia, toh juga gratisan. Kebetulan lagi serius ngerjain skripsi waktu itu (dari dulu kok nda selesai-selesai, hadeh), jadi males buat beli sendiri.

Hmmmm… lagi-lagi nda jodoh dengan yang gratisan. Uwopoh… Ya sudahlah, sepertinya suruh serius nyiapin ujian pendadaran skripsi.

Ah, entah ini godaan atau memang sang pengatur alam semesta sedang memberikan keberuntungan bagi saya. Selang sehari, ada kawan menawarkan tiket festival yang telah dibelinya dengan fiesta poin-nya. Kala itu dia tidak bisa nonton. Dia bilang neneknya sedang sakit dan di rawat di rumah sakit, jadi harus pulang. Huft, meski demikian, saya harus mengucapkan terima kasih atas tiketnya dan juga belasungkawa kepada kawan saya ini. Semoga nenek selalu bahagia di tempat barunya, dan semoga kerabat yang ditinggalkan diberikan keikhalasan juga ketabahan.


Horee.. saat yang ditunggu telah datang.. Minggu, 22 Agustus 2016, saatnya nonton festival Prambanan Jazz 2016 di hari kedua, karna tiketnya untuk hari kedua saja. Berangkatlah saya dengan satu kawan kontrakan. Wuhiu.. Tak sabar sampai lokasi lalu menyaksikan beberapa artis/musisi ibukota ini secara langsung.

Sampai lokasi, ada sedikit cerita menggelitik tentang tiket ini… tak sengaja kawan saya diberi 2 tiket festival dari panitia dan saya mendapat tiket gold untuk nonton di special performence pada malam harinya. Ha tapi harus gimana, kami datang berdua. :(. eh.. eh.. gimana ini.. Awalnya saya coba tanya ke kawan saya, mau nonton special performance nda dengan membeli tiket gold satu lagi. Eh dia menjawab tidak ah kalau harus keluar uang lagi. Ya sudah, kami akhirnya memutuskan untuk menjualnya.


Wuooo dasar dasar dasar… Cerita hari itu berubah. Singkat cerita kami telah masuk ke dalam area festival dan menikmati pertunjukan. Iseng-iseng checkin di Path, eh ada teman yang berkomentar dan mengajak untuk berjumpa. Ya karna niat untuk bersenang-senang dan sapa tau ketemu kawan lain, ya sudah saya hampiri saja.

Setelah saya jumpa, dia menanyakan kehadiran saya bersama siapa… (kehadiran, berasa kayak apa gitu). Tentu saja saya jawab dengan satu kawan saya.

Selanjutnya dia menanyakan apakah saya ada tiket nonton spesial performance untuk malam harinya.. Hoo lha saya jawab, tadinya sih ada, cuma satu lalu saya jual, mayan buat jajan pizza nanti di rumah.

Wooo… lha.. malah si temen ini malah bodo-bodo-in saya.. kenapa dijual, dianya mau nawarin satu tiket gold lagi secara cuma-cuma untuk saya.. lhaa.. harusnya bisa nonton bertiga.. gimana dong..

Jadi, ternyata kawannya temen saya ini harus pulang awal, karena dapat kabar kalau neneknya juga meninggal dunia. Jadinya tiketnya nda kepake, trus ditawarin saya. haduu… Ini kok tiba-tiba dapet rejeki dari orang-orang yang lagi kena musibah ini gimana.. Turut bela sungkawa ya mas, atas berpulangnya nenek.. terima kasih juga atas tiketnya.

Singkat cerita lagi, saya bertanya pada kawan saya dari kontrakan tadi. Gimana kalau saya lanjut nonton pertunjukan malam, dan dia pulang sendiri, titip jagain helm untuk saya. #halah… Eh, dia jawab “OK”. Wooo wooo wooo.. ha yo saya seneng banget, apalagi melihat line up performance-nya. Glenn Fredly, Krakatau dan Kahitnya.. waaaaa…


Yeee… kami masuk ke area pertunjukan spesial malam itu. Wuhuu…. keriaan yang luar biasa.. Pertunjukan dibuka oleh 2 MC yang tidak kalah membuat ceria malam itu, Alitjabangbayi dan Awangism. Pekok mas Pekok.. Selanjutnya adalah pertunjukan Glenn Fredly dkk. Tentu saja lagu-lagu yang dibawakan menghipnotis para penonton untuk ikut serta bernyanyi. Daaan… tentu saja BAPER.. kalau saya sih engga :p

Setelah penampil pertama, selanjutnya adalah giliran penampil kedua, yaitu Krakatau Reunion. Waa… band jazz legendaris Indonesia. Beruntung sekali saya dapat menyaksikannya. Hadeh-hadeh.. sayangnya persiapan begitu ngelantur, membuat 2 MC ini harus mengulur waktu dengan gojekkannya. Sempat mereka menyeletuk bahwa pertunjukan ini akan berlangsung sampai pagi berikutnya.. hahaha.. ternyata terjadi beneran -____-

Wuih.. Akhirnya tampil juga Krakatau yang menurut saya luar biasa, tapi sedikit membuat suasana hening karna kurang familiar dengan musik yang dibawakan. Hadeh-hadeh.. kebetulan saya menerima saja segala suguhan malam itu.

Setelahnya, sepertinya terjadi lagi kemoloran waktu gara-gara persiapan untuk penampil berikutnya, yaitu Kahitnya.. waaa… inilah yang paling banyak ditunggu-tunggu oleh hadirin waktu itu. meskipun telah lewat tengah malam. hadeh.. Kahitna.. wuhuuu..

Tepat seperti yang saya bayangkan. Suasana saat itu langsung berubah saat Kahitna naik panggung. Pecah.. pecaaah… semua bak terhipnotis dengan alunan musik dan lagu yang dibawakannya. Galau, baper, campur aduk deh kayaknya.. semua ikut bernyanyi… Sepertinya lagu-lagunya tak asing bagi saya. Ini umur saya yang sudah tua, atau memang selera saya pada hal-hal tua. hadeh..

Setelah berteriak dan ikut bergoyang tak karuan bentuknya, selesai sudah rangkaian acara Prambanan Jazz 2016 pada sekitar pukul 2 dini hari. Huaa.. padal hari itu juga saya harus ikut test ProTEFL untuk syarat yudisium..

Akhirnya sampailah di rumah sekitar pukul 3. Huooo.. pitikih.. saya harus segera tidur, biar tidak telat bangun.

Sepertinya memang nasib kurang memihak pada saya. Hari itu saya terbangun terlambat, 15 menit sebelum test itu dimulai.. akkk.. bergegas saya mengambil cuci muka dan gosok gigi, tanpa mandi, bahkan lupa belum melepas gelang tiket waktu itu.

Sampai di lokasi ujian, teryata saya terlambat sekitar 15 menit dan tidak diizinkan masuk…. akkk… sial… saya harus mendaftar lagi dan kehilangan uang lagi untuk ikut test di kesempatan berikutnya.

Hadeh hadeh… Meskipun beda dengan yang dialami oleh Project Pop tentang lagu Gara-gara Kahitna, namun saya benar-benar mengalami pengalaman berbeda Gara-gara nonton Kahitna sampai pagi, akhirnya terlambat ikut test ProTEFL 🙁

🙁

Sumber foto: http://www.resensifilm.org/kahitna-tutup-indihome-prambanan-jazz-2016-dengan-sempurna/

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.