Belajar Bersyukur dari TIMNAS U-19

Dalam kesempatan TimNas U-19 Tour Nusantara bertandang ke Yogyakarta, akhirnya punya kesempatan juga nonton langsung pertandingan TimNas U-19 vs PSS Sleman di Stadion Maguwoharjo. Sebelumnya sempet juga ikutan ngobrol bareng Coach Indra Sjafri bareng temen-temen bolahore.com.

Satu hal yang menarik di pertandingan persahabatan malam itu. Ketika pemain TimNas U-19 mencetak gol ke gawang PSS Sleman, sebuah selebrasi adalah sebuah ekpresi kegembiraan dan keberhasilan. Namun apa yang terjadi, bukan gaya yang aneh-aneh, bukan gaya yang merendahkan lawan, tapi sujud syukur yang mereka lakukan kemudian kembali ke posisi masing-masing. Sangat jarang kita lihat budaya pemain/tim sepakbola melakukan selebrasi cukup dengan sujud syukur saja. Sederhana.

Inilah, luapan kegembiraan yang secukupnya, diwujudkan dengan sujud syukur kepada Tuhan. Mereka berharap agar gol dilipat gandakan, menurut saya. Benar, gol pun bertambah, walau sempat kebobolan dengan nilai akhir 3-1 dengan kemenangan untuk TimNas U-19.

Kadang kita lupa, ketika diberikan kenikmatan oleh Tuhan, apa yang kita lakukan. Seringkali kita wujudkan dengan kegiatan yang sifatnya bersenang-senang, pesta, dls hingga lupa waktu. Kadang kita lupa proses dan siapa saja yang mendukung hingga tercipta sebuah keberhasilan, hingga kita lupa berterimakasih kepada mereka.

Ucapan terimakasih, menurut saya adalah sebuah penghargaan yang kecil tapi bermakna namun sering terlupakan.

 

Ah, pusing nulisnya. Intinya, jangan lupa berterimakasih. Pada Tuhan, orantua, saudara, tetangga, tukang parkir, tukang bubur, pak guru, dosen, mantan, dan pada orang lain. Udah gitu aja. Kalau baca tulisan ini malah pusing, segera minum obat, terima kasih ­čśÉ

Leave a Reply